BCA luruskan kabar biaya tarik tunai dan cek saldo

Masyarakat mendadak dihebohkan oleh edaran broadcast message tentang biaya cek saldo dan tarik tunai di Bank Central Asia (BCA). Broadcast message itu menyebutkan, bank swasta terbesar itu bakal membebankan biaya cek saldo ke nasabahnya hingga Rp 6.000 setiap kali cek. Tak cuma itu, informasi dalam broadcast message itu juga menyebut, BCA akan mencatut biaya Rp 10.000 bagi nasabahnya yang menarik duit lewat Anjungan Tunai Mandiri (ATM) jaringan BCA.

Sontak, kabar ini membuat kecemasan para nasabah merebak. Maklum, nominal biaya yang disebutkan tersebut tidak sedikit. Namun, sejauh mana kebenaran kabar dalam broadcast message tersebut?

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmaja kepada KONTAN menjelaskan, BCA saat ini memang tengah mengkaji rencana pengenaan biaya cek saldo di ATM bagi nasabahnya apabila pengecekan terjadi terlalu sering. “Tapi, kalau biayanya sampai Rp 6.000 dan Rp 10.000 itu tidak benar,” tegas Jahja, Jumat (4/3).

Jahja menceritakan, biaya perawatan ATM saat ini semakin mahal. BCA ingin mengarahkan perilaku nasabahnya agar lebih sering memanfaatkan internet banking dan mobile banking yang tidak berbiaya saat ini daripada sering-sering memakai ATM. “Ada orang yang sebulan mengecek saldo melulu sampai 30 kali bahkan 60 kali sebulan. Itu bikin padat dan mahal biaya ATM,” jelas Jahja.

Nah, BCA saat ini masih mengkaji dan mengevaluasi, berapa batas cek saldo yang tidak dikenakan biaya. “Kami sedang evaluasi dan hitung, berapa frekuensi cek saldo yang layak dalam sebulan itu,” kata dia.

Misalnya, cek saldo sampai 10 kali atau 20 kali dalam satu bulan tidak terkena biaya. Namun, apabila lebih dari itu maka dikenakan biaya. Berapa biayanya? “Paling Rp 1.000 kalau lebih dari ketentuan batas. Tapi ini masih kami hitung, belum final,” tegas Jahja.

Lantas, bagaimana dengan biaya tarik tunai? Jahja bilang BCA belum berencana mengenakan biaya tarik tunai di ATM. Namun, BCA tengah mengkaji minimal besar penarikan. Misalnya, minimal penarikan uang tunai di ATM sebesar Rp 100.000 maka bebas biaya. Bila di bawah itu, maka kena biaya. Akan tetapi, lagi-lagi semua masih dalam kajian.